Oleh : Muhammad Insan Kamil, S.IP.

ABSTRAK

Latar belakang dalam penelitian ini adalah pembangunan di Puncak yang tidak terkendali dan tidak berdasar rencana tata ruang. Kondisi tersebut mengakibatkan kualitas lingkungan di Puncak sebagai kawasan resapan air dan konservasi tanah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis manajemen pemerintahan Kabupaten Bogor dalam penataan ruang Puncak.

Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Bogor dengan objek penelitiannya adalah manajemen pemerintahan Kabupaten Bogor dalam penataan ruang Puncak yang terdiri dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Ciawi, Megamendung, dan Cisarua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan diambil melalui teknik purposive.

Hasil penelitian menggambarkan pemanfaatan ruang di Puncak tidak terpola dan terencana dengan baik dengan tidak adanya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Dalam hal penggerakan, komunikasi antar organisasi pemerintahan berjalan tidak baik. Kontrol dalam penataan ruangpun lemah. Dalam perencanaan dan penggerakan belum melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan seperti pengusaha.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pemerintahan Kabupaten Bogor tidak seluruhnya berjalan baik. Pemerintah Kabupaten Bogor sebaiknya mulai melibatkan para pengusaha, masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat dalam menata Puncak dan mengembalikan fungsi lahan Puncak sebagai kawasan resapan air dan konservasi tanah.

ABSTRACT

The main background of this research is uncontrolled development and layout at Puncak. This condition caused minimized quality of Puncak as water absorbed and land conservation. This research is made to describe and analyze the governmental management of Kabupaten Bogor in case of Puncak’s layout.

This research located in Bogor with Puncak as the object and divided into three area; Ciawi, Megamendung and Cisarua. Using descriptive methode with qualitative approach, all datas are collected by observation, interview, and documentation. Informant determination, was made through purposive technic.

The research result described that Puncak is not used as it’s should, because of bad pattern and planning with no detail plan of layout. The communication between government institution is not working properly. There are also weak controlling in Puncak spatial structuring because in the reality people and stakeholder were not involved.
This also mean that the management of Bogor government is not effective. The government should involve stakeholder, officer and all the people around to manage Puncak as it function as water absorbed and land conservation